Senin, 22 November 2010

Festifal Lumpur Yang Gokiel Abiesstt




















Bambu Gila, Permainan Ini Cermin Kearifan Lokal Indonesia



http://multiply.com/mu/ternateisland/image/8/photos/1/500x500/5/BAMBU-GILA-03.JPG?et=iZ66mFEHXst0dKZtWvAKdQ&nmid=104804594



Ketika melihat sebuah acara kuis di televisi, ada pertanyaan yang menarik. Darimanakah kesenian bambu gila berasal? Hanya sebagian kecil peserta yang mampu menjawab dengan benar, Maluku. Penasaran juga dengan jenis kesenian ini. berikut hasil telusuran saya tentang bambu gila. Simak ya!

Bambu Gila merupakan atraksi tradisional masyarakat kepulauan Maluku yang paling antik. Kesenian ini disebut pula dengan nama Buluh Gila atau Bara Suwen. Pertunjukan ini bisa ditemui di dua desa yaitu Desa Liang, kecamatan Salahatu dan Desa Mamala, kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Di Provinsi Maluku Utara, atraksi yang bernuansa mistis ini dapat dijumpai di beberapa daerah di kota Ternate dan sekitarnya.
Permainan tradisional ini biasanya dipertunjukkan para pemuda desa pada acara-acara tertentu. Untuk melakukannya, perlu tujuh pemain lelaki yang harus berbadan sehat serta kuat. Yang paling penting, harus didampingi seorang pawang.



Sebelum permainan dimulai, disiapkan terlebih dahulu sebatang bambu suanggi dengan panjang sekitar 2,5 meter dan diameter 8 cm. Bambu ini dipotong menjadi 7 ruas yang tiap ruas akan dipeluk oleh seorang pemain. Perlengkapan lain yang perlu disiapkan berupa kemenyan atau jahe. Kemenyan digunakan untuk pertunjukan bambu gila yg besar sementara jahe untuk pertunjukan bambu gila yang kecil. Dari sini, sudah terbayang aroma mistis pada atraksi bambu gila.

Pertunjukkan diawali dengan berdoa kepada Tuhan. Sang pawang lalu membakar kemenyan di atas tempurung kelapa sambil membaca mantra. Mantra diucapkan dalam bahasa Tanah, salah satu bahasa tradisional Maluku. Asap kemenyan tadi digunakan untuk melumuri bambu yang akan digunakan. Jika menggunakan jahe, jahe dipotong jadi tujuh bagian kemudian dikunyah oleh pawang sambil baca mantra lalu disemburkan ke bambu. Fungsi dari kemenyan atau jahe ini sama yaitu untuk manggil roh para leluhur agar memberikan kekuatan magis ke bambu tersebut.

Selesai memberi mantra pada bambu tersebut, si pawang lantas berteriak “gila, gila, gila”. Atraksi bambu gila pun dimulai. Para penari akan bergerak dengan lincah mengikuti gerakan bambu gila. Bahkan, tubuh pemain akan terombang-ambing bahkan sampai terjatuh bangun karena gerak liar si bambu gila. Mereka akan membuat gerakan rangkaian dan saling mengaitkan tangan, dengan kelincahan gerakan kaki yang meliputi berjalan, melompat maupun berlari mengikuti suara musik yang dinamis. Atraksi bambu gila berakhir dengan jatuh pingsannya para pemain di arena pertunjukan. Yang unik dari pertunjukan ini, kekuatan magis bambu gila tidak hilang begitu saja sebelum diberi makan api yang dibuat dari kertas yang dibakar.



http://cdn.cloudfiles.mosso.com/c54102/app938291255850336.jpg

Kini tari itu hampir punah, dan hanya tinggal gerakan-gerakannya yang diubah menjadi tari lincah dengan gerakan kaki serta bulu (bambu) yang didekap kedua tangan. Gerak itu menandakan kesatuan dan persatuan dalam masyarakat. Gerakan yang kompak dan seirama ini sebenarnya merupakan lambang dari semangat gotong royong, yaitu membangkitkan jiwa persatuan dan kesatuan dalam melaksanakan berbagai segi hidup, yang adalah gambarang dari jiwa kegotong-royongan atau “Masohi” yang adalah budaya masyarakat Maluku sejak dulu kala.

Tarian tradisional asal Maluku ini, beberapa waktu lalu terpilih sebagai materi utama bagi Tim Kesenian Maluku dalam Festival Tradisional Tari Tradisi Indonesia Tahun 2008 yang berlangsung tanggal 4-8 Juni 2008 lalu di Jakarta Convention Center (JCC).


sumber :http://berita.arentin.info/tarian-bambu-gila.html

Patung Dari Pensil Yang UNIK UNIK

pencil-sculptures (2)

pencil-sculptures

pencil-sculptures (1)

pencil-sculptures (3)

pencil-sculptures (4)

pencil-sculptures (5)



sumber :http://www.amusingplanet.com/2009/04/creative-pencil-sculptures.html

Video Lucu : Dijamin Ngakak Sampe Mules

Taman Malam Yang Indah Banget Gan...!! Cek dah














Minggu, 21 November 2010

Cara Makan Sushi Paling Gokiel gan !! diatas Tubuh wanita BB++

naked-body-sushi (1)

Promoters and eating participants often say that Nyotaimori is a form of art, but die hard feminists are outraged by the practice. Nyotaimori is well accepted in Japan. Tokyo is famous for this type of dinner theatre, but Nyotaimori is hard to find in other places of the world. The phenomenon is however spreading to the U.S., U.K and Germany. More recently it has evolved into a trendy fad in certain major cities in Europe.

Before becoming a living sushi platter, the person is trained to lie down for hours without moving. She or he must also be able to withstand the prolonged exposure to the cold food. Body hair, including pubic hair, would also be shaved, as a display of pubic hair may be seen as a sexual act. Before service, the individual would take a bath using a special fragrance-free soap and then finish off with a splash of cold water to cool the body down somewhat for the sushi.

In some parts of the world, in order to comply with sanitation laws, there must be a layer of plastic or other material between the sushi and the body of the woman or man. Wrapping a naked person in cling film may also be regarded as a form of fetishism.

Despite the erotic nature of the practice, a visit to body sushi restaurant is nothing like a trip to a strip club. It is essential to respect the models and it is strictly prohibited to touch them inappropriately, whether they are male or female.

naked-body-sushi (3)

naked-body-sushi (2)

naked-body-sushi (4)

naked-body-sushi (6)

naked-body-sushi (7)

naked-body-sushi (8)

naked-body-sushi (10)

naked-body-sushi (11)

naked-body-sushi (13)

naked-body-sushi (14)

naked-body-sushi (15)

naked-body-sushi (17)

naked-body-sushi (18)

naked-body-sushi (19)

naked-body-sushi (20)

naked-body-sushi (21)